— JAKARTA – Di tengah tren kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) untuk meredam inflasi dan kembalinya imbal hasil obligasi tenor 10 tahun ke bawah 5,00%, emas dipandang tetap menjadi instrumen perlindungan (safe-haven) yang menarik.

CEO Morton Wealth, Jeff Sarti, menyatakan preferensinya terhadap emas dibandingkan obligasi tenor 10 tahun. “Saya akan memilih emas tanpa ragu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa daya tarik imbal hasil 5% selama 10 tahun ke depan berkurang di tengah kondisi inflasi yang persisten dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Sarti menegaskan, emas, sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil berkala, memiliki peran fundamental yang berbeda dari surat utang negara.

“Emas adalah polis asuransi. Obligasi Treasury tenor 10 tahun bukanlah polis asuransi. Itu adalah instrumen penghasil imbal hasil,” jelasnya.

Menurut Sarti, mengunci imbal hasil 5% selama satu dekade hanya memberikan sedikit perlindungan jika inflasi terus tinggi, volatilitas mata uang meningkat, atau kepercayaan terhadap kebijakan fiskal AS memburuk. “Sebuah polis asuransi seharusnya memberikan imbal hasil yang sangat besar saat situasi memburuk,” katanya.

Komentar Sarti muncul sehari setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, membawa suku bunga acuannya ke kisaran 3,75% hingga 4,00%. Meskipun ia menilai langkah The Fed positif, Sarti meragukan efektivitas kenaikan suku bunga kecil untuk mengubah prospek inflasi secara signifikan.

“Menurut saya, kenaikan kecil sebesar 25 basis poin di sana-sini hanyalah gangguan yang tidak terlalu berarti (*noise*),” ujarnya. “Saya rasa sinyal yang lebih penting justru datang dari sisi fiskal,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa kenaikan biaya pinjaman menjadi krusial mengingat besarnya utang federal yang harus didanai ulang. Suku bunga yang lebih tinggi akan menambah beban bunga pemerintah, memperumit prospek fiskal. “Menurut saya, pesan yang disampaikan emas adalah bahwa ada banyak pihak yang terlibat dalam situasi ini, dan faktor terbesarnya adalah masalah fiskal,” tutupnya.