— JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 telah mengalokasikan dana untuk penanganan bencana. Anggaran ini juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang mungkin timbul akibat fenomena El Nino.

“Di dalam APBN 2026 telah ada anggaran yang memang disiapkan untuk bencana,” ujar Suahasil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Suahasil menjelaskan bahwa anggaran untuk penanganan bencana memerlukan fleksibilitas tinggi. Hal ini penting agar pemerintah dapat menyesuaikan alokasi dana sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk jenis bencana dan skala dampaknya.

“Nah, tentu fleksibilitas anggaran sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anggarannya responsif terhadap situasi yang berkembang, situasi bencana alam, situasi kekeringan, dan yang lainnya yang harus kita tangani,” tuturnya.

Fleksibilitas anggaran ini memungkinkan pemerintah untuk segera bertindak jika muncul kebutuhan mendesak akibat kekeringan atau bencana lainnya. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya penanganan kondisi darurat dan meminimalkan dampaknya bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Suahasil menekankan pentingnya pemerintah untuk mengantisipasi berbagai kejadian tak terduga. Ia menyatakan bahwa kejadian semacam itu dapat meningkatkan tekanan terhadap kebutuhan belanja negara.

“Pressure dari berbagai macam kejadian yang tak terduga itu tentu harus kita tanggulangi untuk kebaikan masyarakat,” tegasnya.

Meskipun telah memastikan ketersediaan anggaran penanganan bencana dalam APBN 2026, Suahasil belum merinci jumlah pasti anggaran yang dialokasikan secara spesifik untuk menghadapi dampak El Nino atau kekeringan.

Ketika ditanya kembali mengenai nominal anggaran tersebut oleh awak media, Suahasil tidak memberikan keterangan lebih lanjut.