DailyFX.ID — Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memaparkan lima inisiatif strategis yang akan diusungnya jika terpilih memimpin bank sentral periode 2026-2031. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab tantangan perekonomian global yang kian kompleks.
Dalam forum uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (26/8/2026), Destry menyatakan visi utamanya adalah menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang relevan dalam merespons tantangan, kredibel dalam menjaga stabilitas, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Destry siap menjalankan tiga misi utama. Pertama, menjaga stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut serta dalam menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Misi ini menekankan bahwa stabilitas yang kokoh akan menciptakan kepastian berusaha dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Misi ini memastikan bahwa stabilitas dapat bergerak seimbang dan berkesinambungan dengan pertumbuhan ekonomi,” jelas Destry.
Misi kedua adalah berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang merupakan bagian integral dari misi menjaga stabilitas. Destry menegaskan bahwa stabilitas yang kuat memberikan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang positif.
Misi ketiga difokuskan pada penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui konsep “sinergi merah putih”. Ini berarti Bank Indonesia akan menjalin koordinasi erat dengan pemerintah, otoritas terkait, dan berbagai pihak lainnya untuk menghadapi tantangan yang ada dan mencapai tujuan Indonesia Emas 2045. Koordinasi juga akan diperkuat dengan wakil rakyat, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Destry kemudian memaparkan lima inisiatif kebijakan yang akan dijalankannya:
1. Penguatan Bauran Kebijakan untuk Stabilitas dan Pertumbuhan
Inisiatif pertama adalah memperkuat bauran kebijakan BI guna merespons tekanan pada sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi. Tujuannya adalah menciptakan iklim ekonomi yang kondusif untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dari sisi kebijakan moneter, fokus utama tetap pada penjagaan stabilitas dengan tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi. BI rate akan diarahkan secara pre-emptive dan forward-looking untuk menjaga stabilitas rupiah, sementara stabilisasi nilai tukar akan terus diperkuat melalui intervensi. Operasi moneter yang berorientasi pasar akan dioptimalkan untuk efektivitas transmisi kebijakan dan kecukupan likuiditas.
2. Optimalisasi Kebijakan Lalu Lintas Devisa dan Kedaulatan Ekonomi
Inisiatif kedua berfokus pada optimalisasi pengelolaan data dan penjagaan kedaulatan ekonomi nasional melalui kebijakan lalu lintas devisa. Menghadapi tantangan sektor eksternal, BI akan melakukan refocusing dan revitalisasi kebijakan lalu lintas devisa, khususnya terkait pengawasan berbasis digital. Destry mengakui potensi under invoicing yang signifikan dan menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak karena data lalu lintas devisa melibatkan banyak institusi.
3. Penguatan Keuangan Inklusif, Berkelanjutan, dan Syariah
Inisiatif ketiga adalah memperkuat keuangan inklusif, berkelanjutan, dan syariah. Destry meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi berkualitas harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sektor keuangan inklusif dan syariah dianggap sebagai game changer utama bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8%. BI akan memperkuat pembiayaan inklusif melalui kebijakan makroprudensial dan menyempurnakan kebijakan keuangan berkelanjutan, termasuk metode perhitungan emisi dan karbon bagi perusahaan dan perbankan.
4. Tata Kelola Kelembagaan dan Inovasi Digital
Inisiatif keempat adalah penguatan tata kelola kelembagaan untuk mendukung inovasi digital. Destry menekankan bahwa seiring dengan mandat yang semakin besar, kelembagaan BI harus semakin kuat. Kredibilitas Bank Indonesia dibangun melalui akumulasi integritas, konsistensi, inovasi, dan sinergi jangka panjang.
5. Sinergi Merah Putih untuk Indonesia Maju Berkualitas
Inisiatif kelima adalah mempererat sinergi “merah putih” dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Indonesia maju yang lebih berkualitas. Kolaborasi ini akan diterjemahkan ke dalam program nyata yang selaras dengan visi pembangunan nasional, mencakup penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan daerah, digitalisasi ekonomi, hingga reformasi kelembagaan. Destry meyakini keberhasilan BI sangat bergantung pada kemampuannya membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ikuti DailyFX.ID
