— Analis memproyeksi harga emas berpotensi mengalami kenaikan signifikan, terutama jika Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai dengan perkiraan pasar.

Namun, skenario yang lebih dramatis diprediksi oleh analis independen logam mulia dan pendiri BubbleBubble Report, Jesse Columbo. Ia berpendapat bahwa harga emas bisa melonjak tajam hingga mencapai level US$ 5.000 per troy ounce. Prediksi ini akan terwujud jika bank sentral Amerika Serikat tersebut mengabaikan ekspektasi pasar dan memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Columbo menilai bahwa para investor menunjukkan sikap yang terlalu pesimistis terhadap harga emas menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Agustus. Ia mengutip bahwa investor bereaksi berlebihan dengan menjual emas, padahal data inflasi yang keluar memang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, namun tidak mencapai skenario terburuk.

“Angka (inflasi AS) memang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, meski tidak setinggi skenario terburuk. Namun menurut saya investor terlalu pesimistis menjelang laporan CPI tersebut. Tentu saja saya tidak menyalahkan mereka, karena kita tidak pernah tahu bagaimana hasilnya nanti. Namun, ada tingkat pesimisme yang berlebihan, sehingga emas sempat mengalami lonjakan sesaat karena lega,” ujar Columbo, seperti dikutip dari Kitco News, Rabu (16/9/2026).

Ia menambahkan bahwa setelah lonjakan sesaat tersebut, harga emas dengan cepat memasuki zona jenuh beli atau overbought. Kondisi ini, menurut Columbo, sering kali diikuti oleh koreksi atau jeda harga sementara, seperti yang terlihat dalam beberapa jam setelahnya.

Menjelang keputusan suku bunga The Fed, Columbo menyarankan investor untuk bersikap hati-hati, namun ia tetap optimistis terhadap prospek harga emas pasca-pertemuan bank sentral tersebut. “Secara umum, saya tidak suka bertaruh menjelang peristiwa besar yang hasilnya menentukan satu dari dua arah seperti ini. Saya merasa tidak memiliki keunggulan khusus dalam hal itu. Namun, saya menduga akan terjadi lonjakan harga setelah berita keluar, atau kenaikan akibat meredanya ketidakpastian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Columbo memperkirakan bahwa harga emas akan mengalami kenaikan moderat jika The Fed menaikkan suku bunga. Namun, kenaikan yang jauh lebih substansial diprediksi jika The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga.

“Sebagai konfirmasi akhir, saya mengantisipasi penutupan harga emas yang kokoh di atas level US$ 4.400. Hal itu bisa terjadi seiring dengan reli pemulihan pasar yang dipicu oleh kebijakan The Fed, atau mungkin karena mereka tidak menaikkan suku bunga sama sekali. namun intinya saya memprediksi harga ditutup di atas US$ 4.400. Jika itu terjadi, menurut saya pikir harga emas akan bergerak naik menuju level US$ 5.000 dalam beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.