— Harga emas dunia menunjukkan pergerakan yang kuat pada Rabu, 12 Agustus 2026. Berdasarkan pantauan Kitco, harga emas hari ini terpantau menguat 0,44% ke level US$ 4.386 per troy ounce. Meskipun demikian, harga emas gagal bertahan di atas level US$ 4.400 per troy ounce sejak perdagangan Selasa (11/8/2026), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi oleh antisipasi pelaku pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS). Data ini dinilai dapat menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Di tengah fluktuasi tersebut, pengamat pasar logam mulia sekaligus Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan optimisme bahwa harga emas masih memiliki potensi untuk mencapai level US$ 4.500 pada pekan ini. “Dalam hitungan hari, emas dunia kemungkinan menyentuh US$ 4.512 per troy ounce,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Sementara itu, para ahli strategi memprediksi bahwa harga emas perlu bertahan di sekitar US$ 4.300 per troy ounce untuk dapat melanjutkan kenaikan lebih lanjut. “Agar reli belakangan ini dapat berlanjut, harga emas perlu bertahan di kisaran US$ 4.360 hingga US$ 4.370 per troy ounce, level yang sempat menjadi puncak pada bulan Juni lalu,” ujar kepala strategi komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, dikutip dari Mining.

Hansen menambahkan, jika level tersebut tidak mampu dipertahankan, potensi konsolidasi pada harga emas dapat terjadi akibat tekanan dari harga minyak, imbal hasil obligasi, dan nilai tukar dolar AS, bebernya dalam sebuah laporan Bloomberg.