— Kemudahan transaksi digital dan fitur Buy Now Pay Later (BNPL) menjadi tantangan tersendiri bagi Generasi Z. Tanpa kontrol diri yang memadai, penggunaan paylater berisiko merusak kesehatan finansial kaum muda.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2026 menunjukkan peningkatan signifikan pada penggunaan paylater. Baki debet paylater via perbankan tercatat Rp 31,56 triliun, tumbuh 31,22% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, paylater via perusahaan pembiayaan mencapai Rp 13,62 triliun, melesat 54,65% yoy, dengan rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) sebesar 3,03%.

Di balik tingginya minat terhadap paylater, risiko kredit macet tetap membayangi penggunanya, termasuk Generasi Z. Riset IDScore pada 2025 mengungkapkan NPL paylater dari Gen Z sebesar 2,78%, lebih tinggi dari rata-rata industri yang saat itu berada di angka 2,10%. Angka ini mengindikasikan sebagian generasi muda mulai kesulitan mengelola kewajiban finansial mereka, yang jika dibiarkan dapat berujung pada kegagalan bayar.

Fenomena ini sering dipicu oleh dorongan Fear of Missing Out (FOMO) dan You Only Live Once (YOLO). Perasaan tidak ingin tertinggal tren, mulai dari konser musik, tempat nongkrong populer, hingga barang fesyen, membuat fasilitas kredit digital dianggap sebagai “uang tambahan” alih-alih kewajiban yang harus dibayar kembali.

Di sisi lain, ketimpangan antara akses dan pemahaman keuangan turut memperburuk kondisi. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) mencatat indeks inklusi keuangan nasional menembus 93,61%, naik dari tahun sebelumnya. Namun, indeks literasi (pemahaman) keuangan baru berada di angka 69,64%. Ini menunjukkan bahwa akses keuangan telah terbuka lebar, namun pengetahuan untuk mengelolanya belum sepenuhnya sejalan.

Gagal bayar di usia muda memiliki konsekuensi serius. Nama Anda dapat masuk daftar hitam (blacklist) Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK jika memiliki catatan kredit yang buruk. Dampak jangka panjangnya adalah kesulitan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), cicilan kendaraan, hingga modal usaha di masa depan.

Cara Gen Z Ambil Kendali Finansial

Sadar finansial berarti mengatur prioritas agar tidak menyesal di kemudian hari, bukan berarti harus hemat berlebihan dan menghilangkan semua kesenangan. Berikut beberapa langkah konkret yang dapat diambil segera:

  1. Jadikan Paylater Alat Pembayaran, Bukan Utang: Jika ingin menggunakan paylater untuk promo atau cashback, pastikan uang tunai untuk membayarnya sudah ada di rekening saat itu juga. Langsung lunasi tagihan begitu transaksi selesai agar tidak menumpuk bunga.
  2. Terapkan Aturan Waktu 48 Jam: Saat tergiur membeli barang karena impulsif, tahan diri selama 48 jam. Jika setelah dua hari Anda masih benar-benar membutuhkannya, baru pertimbangkan untuk membeli sesuai alokasi dana yang ada.
  3. Bangun “Benteng” Dana Darurat: Sebelum mencoba investasi berisiko tinggi, sisihkan penghasilan setiap bulan untuk dana darurat. Simpan dana ini di instrumen yang aman dan likuid (mudah dicairkan), seperti reksa dana pasar uang atau tabungan terpisah.

Mumpung masih muda, membangun kebiasaan finansial yang sehat adalah investasi terbaik untuk diri sendiri. Jangan biarkan masa depan dan impian besar Anda tergadaikan hanya demi kepuasan sesaat di aplikasi pinjaman digital.