DailyFX.ID — JAKARTA – Bank investasi global, Goldman Sachs, memproyeksikan harga emas akan mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni US$ 4.900 per troy ounce pada akhir tahun 2026. Proyeksi ambisius ini didukung oleh tren pembelian emas yang kuat dari bank sentral di seluruh dunia, terutama dari China, serta potensi pemulihan permintaan dari investor institusional.
Dalam laporan terbarunya, para analis Goldman Sachs menyoroti peran sentral bank dalam mendiversifikasi cadangan devisa mereka sebagai pendorong utama kenaikan harga emas. Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko geopolitik dan keuangan yang semakin kompleks.
Analis Lina Thomas dan Daan Struyven menjelaskan bahwa perkiraan harga emas sebesar US$ 4.900 per troy ounce pada akhir 2026 mengasumsikan bank sentral akan terus mengakumulasi emas dengan rata-rata 50 ton per bulan pada tahun 2026 dan 40 ton per bulan pada tahun 2027. Selain itu, pemulihan permintaan dari Exchange Traded Funds (ETF) oleh investor swasta juga diperkirakan akan terjadi seiring dengan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap stabil pada tahun 2026.
Namun, Thomas dan Struyven mengingatkan bahwa proyeksi ini belum memperhitungkan potensi lonjakan permintaan untuk lindung nilai kebijakan makro global melalui opsi beli emas. Jika arus masuk investor ETF pulih dan posisi opsi beli yang tinggi saat ini bertahan, aktivitas lindung nilai oleh dealer dapat secara mekanis memperkuat reli harga emas jauh melampaui perkiraan dasar mereka.
Di sisi lain, para analis juga mengidentifikasi risiko yang dapat menekan harga emas. Peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang kembali menguat dapat memicu pembatalan posisi lindung nilai dan menyebabkan koreksi harga yang lebih tajam dari biasanya. “Jika The Fed menaikkan suku bunga, permintaan emas sebagai lindung nilai kebijakan makro mungkin akan berkurang (sebagian) seiring meredanya kekhawatiran pasar mengenai independensi bank sentral negara maju,” ujar mereka.
Dalam skenario kenaikan suku bunga oleh The Fed, Thomas dan Struyven memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 4.440 per ons pada akhir tahun 2026. Meskipun angka ini berada di bawah skenario dasar mereka sebesar US$ 4.900, namun masih sedikit di atas tingkat harga saat ini. Hal ini dikarenakan pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank sentral pada akhirnya akan memberikan dampak penyeimbang yang lebih besar terhadap pasar.
Ikuti DailyFX.ID
