DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi lebih dalam pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Pelemahan ini terjadi setelah indeks ditutup merosot 1,69% pada sesi sebelumnya. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level 6.186 hingga 6.200, seiring dengan penantian investor terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG telah ditutup di bawah moving average (MA) 100 dan MA 60. “Kondisi tersebut membuka peluang IHSG hari ini untuk menguji level 6.186-6.200,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (23/9/2026).
Pelemahan rupiah turut menjadi sentimen negatif bagi pergerakan indeks. Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), IHSG ditutup melemah 108,12 poin atau 1,69% ke level 6.277,04.
Investor juga menantikan hasil RDG BI yang dijadwalkan pada hari ini. Rapat tersebut diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4%. Dengan demikian, selisih antara BI Rate dan Federal Funds Rate (FFR) menyempit menjadi 1,75% dari sebelumnya 2%.
Phintraco Sekuritas memaparkan, meskipun menyempit, spread tersebut masih lebih lebar dibandingkan rata-rata spread selama tiga tahun terakhir yang berada di kisaran 0,75%-1,25%. Pelebaran spread sepanjang tahun ini dinilai bertujuan memberikan daya tarik suku bunga bagi investor asing sekaligus memperkuat stabilitas rupiah.
Phintraco Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia baru akan kembali menaikkan BI Rate apabila rupiah terus melemah atau The Fed kembali melanjutkan tren kenaikan suku bunga. Di sisi lain, BI diperkirakan tetap berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif. Kenaikan suku bunga lebih lanjut baru menjadi opsi apabila rupiah melemah dengan cepat atau inflasi bergerak di atas target BI.
“Tekanan inflasi juga diperkirakan kembali berkurang seiring koreksi harga minyak dunia. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi BI untuk tidak terlalu agresif dalam kebijakan suku bunga,” papar Phintraco Sekuritas.
Selain keputusan suku bunga BI, investor juga menantikan data pertumbuhan kredit yang diperkirakan meningkat menjadi 15% secara tahunan (YoY) pada Agustus 2026.
Di tengah potensi koreksi IHSG dan penantian arah kebijakan moneter, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan untuk dicermati pada perdagangan hari ini. Kelima saham tersebut adalah ISAT, CPIN, BUVA, ASLI, dan EMAS.
Ikuti DailyFX.ID
