DailyFX.ID — Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi transformasi ekonomi dan teknologi. Salah satu langkah strategis adalah rencana pembukaan kampus Indian Institute of Management Bangalore (IIMB) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang, Jawa Timur.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah kunci untuk mempersiapkan generasi penerus yang akan menggerakkan perekonomian nasional. Ia menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan akibat digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI) yang diprediksi akan menjadi pengubah lanskap kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
“Jadi, upaya untuk betul-betul men-drive pengembangan sumber daya manusia akan terus kita lakukan,” ujar Airlangga dalam Suar Forum 2026 di BSD City, Tangerang, akhir pekan lalu. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menjajaki kerja sama dengan institusi terkemuka di Bengaluru, India, yang dikenal menghasilkan banyak talenta dan pemimpin perusahaan.
Institusi yang dimaksud adalah IIM Bangalore, salah satu lembaga pendidikan manajemen terkemuka di India. Nota kesepahaman antara KEK Singhasari dan IIM Bangalore telah ditandatangani pada 6 Juli 2026. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memandang kolaborasi ini sebagai bagian dari transformasi KEK Singhasari dari sekadar kawasan investasi menjadi ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, riset, inovasi, dan pengembangan talenta.
Rencana ini kemudian diumumkan secara langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi saat kunjungannya ke Indonesia pada 7 Juli 2026. Kampus di KEK Singhasari akan menjadi kampus internasional pertama bagi IIM Bangalore dan akan memprioritaskan warga negara Indonesia, sambil tetap terbuka bagi peserta dari negara-negara Asia Tenggara.
Fokus pada AI dan Transformasi Digital
Kehadiran IIMB di Singhasari tidak hanya terbatas pada pendidikan manajemen konvensional. Kurikulumnya akan mencakup lima bidang krusial untuk kepemimpinan dan perekonomian masa depan: global supply chains, digital transformation, artificial intelligence, climate and sustainability, serta healthcare management.
Pengembangan kampus ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama akan fokus pada Executive Education Programmes yang ditujukan bagi eksekutif senior, pemimpin bisnis, dan profesional sektor publik. Setelah tahap pertama yang berlangsung selama dua tahun dinilai berhasil, tahap kedua direncanakan untuk menghadirkan program manajemen bergelar.
Airlangga menekankan urgensi peningkatan kualitas SDM seiring dengan pesatnya perkembangan AI dan robotika. Ia mencontohkan kemajuan dalam autonomous humanoid hingga dark factory, di mana fasilitas produksi semakin banyak dioperasikan oleh robot dan sistem machine-to-machine learning. Oleh karena itu, persiapan tenaga muda Indonesia untuk beradaptasi dengan lingkungan ekonomi yang semakin digital dan berbasis AI menjadi prioritas.
Strategi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun talenta di bidang semikonduktor. Indonesia menjalin kerja sama dengan Arm dari Inggris untuk mempersiapkan sekitar 15.000 insinyur di bidang semikonduktor dan chip design.
Singhasari sebagai Pusat Pendidikan Global
Kehadiran IIM Bangalore semakin memperkuat posisi KEK Singhasari sebagai pusat pendidikan dan pengembangan talenta berskala internasional. Sebelumnya, kawasan ini juga telah menjadi lokasi King’s College London Singhasari, yang menawarkan program seperti MSc Digital Economies dan MA Digital Futures.
Kemenko Perekonomian mengidentifikasi KEK Singhasari sebagai KEK pertama di Indonesia yang secara khusus berfokus pada ekonomi digital, pendidikan, dan teknologi. Kolaborasi dengan IIMB ini melengkapi sinergi Indonesia-India yang telah terjalin di kawasan tersebut, termasuk melalui Cyber Defense Academy dan Mumbai–Malang Creative Tech Corridor.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan mendatangkan institusi pendidikan internasional merupakan investasi jangka panjang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi saat ini, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan.
“Jadi, kita tidak hanya bicara mengenai pertumbuhan ekonomi hari ini, tetapi juga mempersiapkan generasi yang akan menjalankan perekonomian Indonesia ke depan,” tutup Airlangga.
Ikuti DailyFX.ID
