DailyFX.ID — JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan khusus untuk merehabilitasi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang baru saja dilanda musibah kebakaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa bentuk bantuan dan skema pembiayaan akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait.
Airlangga memastikan bahwa pembiayaan untuk rehabilitasi ini tidak akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Nanti dibahas dengan kementerian teknis. Kalau rehabilitasi bukan KUR, nanti kita carikan yang berbeda,” ujar Airlangga di kantornya, Senin (24/8/2026).
Peristiwa kebakaran di Desa Adat Sade dilaporkan telah menghanguskan sekitar 75 unit rumah dan 69 unit artshop atau galeri. Setiap rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh satu keluarga.
Selain rumah dan artshop, fasilitas tradisional lainnya di desa adat tersebut juga terdampak. Fasilitas yang rusak meliputi satu lumbung menara dan empat berugak sekenam, yang merupakan bagian penting dari warisan arsitektur Sasak.
Lebih lanjut, Airlangga menerangkan bahwa pembahasan rinci mengenai bentuk bantuan pembiayaan akan melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. “Nanti akan dibahas dengan Menteri Keuangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembahasan mendalam belum dilakukan karena kebakaran baru terjadi beberapa hari lalu. Namun, pemerintah berkomitmen untuk segera menangani dampak kebakaran tersebut dan juga membahas kebutuhan rekonstruksi Desa Adat Sade. “Tentu ini akan dibahas untuk rekonstruksi,” imbuh Airlangga.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Adat Sade, Ardinata Sanah, mengungkapkan bahwa perhitungan kerugian akibat kebakaran masih terus berlangsung. Penghitungan tersebut mencakup nilai bangunan rumah, artshop, serta berbagai barang berharga milik masyarakat.
Ardinata memperkirakan kerugian sementara mencapai puluhan miliar rupiah, meliputi nilai bangunan, barang dagangan, uang tunai, hingga perhiasan warga. “Total dari kerugian nilai bangunan dan nilai artshop itu sekitar puluhan miliar,” katanya.
Kebakaran ini tidak hanya berdampak pada tempat tinggal warga, tetapi juga mengancam ruang hidup, mata pencaharian, serta warisan arsitektur tradisional Sasak yang selama puluhan tahun menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Ikuti DailyFX.ID
