DailyFX.ID — Tokenisasi emas mulai menunjukkan potensi untuk menarik perhatian pasar logam mulia, terutama di Inggris. Otoritas pengawas keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), mengungkapkan bahwa mereka sedang mengkaji bagaimana tokenisasi emas dapat meningkatkan cara emas diperdagangkan, dialihkan, dijadikan jaminan, dan disimpan di pasar domestik.
FCA berencana meminta masukan dari publik hingga 23 Oktober 2026. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi apakah tokenisasi emas mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing pasar, sembari tetap menjaga integritas pasar dan melindungi konsumen. Kajian ini merupakan bagian dari upaya FCA yang lebih luas untuk mengeksplorasi masa depan tokenisasi di pasar keuangan Inggris dan meninjau potensi teknologi distributed ledger (DLT) dalam menciptakan peluang pertumbuhan baru.
Sebelumnya, pada Mei 2026, FCA bersama Bank of England telah menerbitkan permintaan masukan terkait potensi tokenisasi di pasar grosir Inggris. Emas menjadi salah satu fokus utama dalam tanggapan yang diterima, mengingat posisi London sebagai pusat perdagangan emas terbesar di dunia. Masukan tersebut mendorong FCA untuk melakukan kajian yang lebih mendalam mengenai tokenisasi emas.
Menurut FCA, tokenisasi emas berpotensi mempermudah pengalihan dan penggunaan emas di pasar digital, khususnya sebagai jaminan (collateral) di pasar grosir. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan dapat mendukung bentuk investasi ritel baru serta pengembangan produk-produk inovatif.
London memang dikenal sebagai pusat perdagangan emas over-the-counter (OTC) terbesar di dunia, di mana para pelaku pasar melakukan transaksi secara langsung satu sama lain, bukan melalui bursa. “Kami ingin memahami apakah tokenisasi dapat memperkuat efisiensi dan daya saing pasar grosir Inggris sekaligus mempertahankan keunggulan infrastruktur pasar emas London yang sudah ada,” ujar FCA dalam pernyataannya.
Ikuti DailyFX.ID
