DailyFX.ID — JAKARTA – Investor asing menunjukkan minat besar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang pekan lalu, periode 3-7 Agustus 2026. Tercatat, terjadi akumulasi pembelian bersih (net buy) senilai Rp 559 miliar. Aksi ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp 36 miliar.
Pergerakan harga saham BBRI pun merespons positif. Sepanjang pekan lalu, saham bank pelat merah ini menguat 2,96% dan ditutup pada level Rp 3.130 pada Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam satu bulan terakhir, saham BBRI bahkan telah melambung 12,19%.
Menyikapi tren positif ini, CGS International Sekuritas memasukkan saham BBRI dalam daftar saham pilihan mereka untuk Senin, 10 Agustus 2026. Sekuritas ini merekomendasikan ‘spec buy’ dengan level support di 3.070. Mereka menyarankan untuk melakukan ‘cut loss’ jika harga menembus di bawah 3.370. “Jika tidak ‘break’ di bawah 3.440, potensi kenaikan ke 3.580-3.650 dalam jangka pendek,” tulis CGS International Sekuritas.
Persepsi positif juga datang dari JP Morgan. Analis sekuritas global ini memandang saham BBRI secara positif setelah melihat adanya perbaikan signifikan. Rekomendasi saham BBRI pun di-‘upgrade’ dengan target harga yang moderat.
Dalam risetnya, JP Morgan menyoroti kekuatan bisnis BBRI pada segmen kredit mikro yang berkontribusi besar terhadap profitabilitas. Meskipun sempat mengalami pemburukan aset yang menghambat profitabilitas, JP Morgan menilai masalah tersebut kini mulai teratasi berkat perbaikan internal dan berbagai program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah.
JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Valuasi BBRI yang masih tergolong murah juga diprediksi menjadi katalis kuat bagi penguatan sahamnya. Sekuritas ini meng-‘upgrade’ saham BBRI menjadi ‘overweight’ dengan target harga Rp 3.400. Target ini didasarkan pada Price to Book Value (PBV) wajar 1,2 kali, Return on Equity (ROE) 17,4%, risk-free rate 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.
Target Harga Lebih Tinggi dari KB Valbury Sekuritas
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BBRI dengan target harga berbasis Gordon Growth Model (GGM) sebesar Rp 4.010. Target harga ini setara dengan Price to Book Value (P/B) 1,8 kali untuk proyeksi 2026.
Saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada valuasi yang sangat murah, yakni P/B 2026 sebesar 1,2 kali, sedikit di bawah level -2 standar deviasi (-2SD) yang berada di 1,5 kali. Potensi katalis positif bagi saham BBRI mencakup pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari ekspektasi, disertai penyesuaian imbal hasil kredit yang dapat membantu Net Interest Margin (NIM) melampaui panduan 2026.
Selain itu, potensi Cost of Credit (CoC) yang lebih rendah dari perkiraan seiring perbaikan kualitas aset juga akan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan laba BRI di tahun 2026. Potensi pendapatan non-bunga yang lebih kuat juga diprediksi menjadi katalis utama bagi pertumbuhan Pre-Provision Operating Profit (PPOP).
Namun, terdapat pula risiko yang perlu diwaspadai. Di antaranya adalah pertumbuhan kredit yang lebih lemah dari perkiraan, rasio biaya terhadap pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan, dan kenaikan pencadangan yang jauh lebih besar. Sentimen negatif domestik yang berlanjut serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga berpotensi terus menekan sentimen pasar terhadap saham BBRI.
Ikuti DailyFX.ID
