— Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen secara resmi mengundang Kanada untuk menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa (UE). Langkah ini menandai perubahan kebijakan historis bagi blok 27 negara tersebut dan bertujuan memperdalam hubungan geopolitik serta ekonomi antara kedua pihak.

Pidato tahunan Von der Leyen di Strasbourg, Prancis, menyajikan tawaran tersebut di hadapan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ia menegaskan komitmen UE untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat tertinggi.

Inisiatif ini muncul di tengah memanasnya perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Kanada berjanji akan membalas kebijakan tarif impor AS dengan tarif yang setara. Sebelumnya, Kanada telah menyatakan minatnya untuk membentuk aliansi ekonomi dan keamanan yang unik dengan Eropa tanpa harus menjadi anggota penuh.

Von der Leyen menekankan kesamaan pandangan antara UE dan Kanada terhadap isu global. Ia juga menyoroti komitmen kedua pihak untuk memperkuat kolaborasi di berbagai bidang, termasuk kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, geopolitik, dan keamanan kawasan Arktik.

Para pengamat ekonomi menilai keputusan UE untuk bersikap fleksibel terhadap kategori keanggotaan ini sebagai langkah signifikan. Kepala Ekonom Berenberg, Holger Schmieding, berpendapat bahwa UE berupaya membangun aliansi yang lebih erat dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa (like-minded) untuk mengurangi ketergantungan pada AS dan China.

Dukungan terhadap merapatnya UE dan Kanada juga datang dari berbagai tokoh politik Eropa. Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, Bernd Lange, menggarisbawahi pentingnya memperkuat hubungan antar kekuatan menengah (middle powers) untuk menghadapi ketidakpastian kebijakan AS dan dominasi industri China.

Gagasan perluasan peran UE bersama mitra globalnya telah dibahas sejak awal tahun. Pada Juni 2026, Presiden Finlandia Alexander Stubb pernah menyampaikan visi UE yang lebih luas untuk memproyeksikan pengaruh global, bahkan secara bercanda menyebut Kanada lebih cocok menjadi bagian dari UE daripada AS di tengah tekanan ekspansionis Amerika.

Pergeseran peta aliansi ini semakin terakselerasi setelah Carney, dalam ajang World Economic Forum di Davos, menyerukan agar negara-negara middle powers bersatu menghadapi dominasi kekuatan keras (hard power). Penawaran status anggota asosiasi oleh UE ini menjadi respons nyata terhadap eskalasi proteksionisme perdagangan global dan momentum strategis untuk mengamankan rantai pasok, stabilitas ekonomi, serta nilai-nilai demokrasi bersama.