— PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan, mencapai sekitar 200% pada kuartal II-2026 dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih menjadi US$27,6 juta ini didorong oleh performa positif di lini bisnis nikel, termasuk peningkatan penjualan, kenaikan harga jual, dan efisiensi integrasi operasional.

Kinerja impresif ini diperkirakan akan berdampak positif pada pergerakan saham HRUM, dengan potensi kenaikan menuju target harga yang ditetapkan oleh analis. Berdasarkan laporan Citi, laba bersih HRUM selama semester I-2026 tercatat naik 23% menjadi US$36,5 juta. Angka ini merepresentasikan 37% dan 44% dari proyeksi Citi serta konsensus analis untuk kinerja sepanjang tahun.

“Kami memperkirakan perseroan mampu memenuhi proyeksi kinerja yang telah kami tetapkan dan juga konsensus analis,” tulis laporan Citi yang dikutip pada Jumat (8/8/2026). Manajemen HRUM, menurut analisis Citi, memproyeksikan peningkatan penjualan bijih nikel. Hal ini sejalan dengan optimalisasi penyerapan dari fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL). Selain itu, smelter nikel perusahaan ditargetkan untuk menyerap 50% dari total bijih nikel internal yang diproduksi.

Pendapatan HRUM dilaporkan meningkat sebesar 67% menjadi US$1,1 miliar pada semester I-2026. Peningkatan pendapatan ini terutama didorong oleh kenaikan penjualan nikel sebesar 69%, mencapai 56 ribu ton. Di sisi lain, harga jual rata-rata nikel juga mengalami kenaikan 32% menjadi US$15.958 per ton.

HRUM tetap mempertahankan panduan target produksi nikel untuk tahun 2026 sebanyak 125 ribu ton. Penjualan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) diperkirakan akan memberikan margin keuntungan yang tinggi. Pada semester I-2026, MHP telah menyerap 44% dari total bijih nikel internal yang diproduksi perusahaan.

Berdasarkan analisis tersebut, Citi mempertahankan rekomendasi beli untuk saham HRUM dengan menetapkan target harga Rp1.300 per saham. Target harga ini mencerminkan potensi keuntungan (gain) sebesar 48,6%. Ditambah lagi, dengan proyeksi yield dividen saham HRUM sebesar 2,3%, total potensi imbal hasil yang bisa didapatkan investor diperkirakan mencapai 50,8%.