— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi efektivitas penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan edukasi digital dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Penilaian ini disampaikan setelah dirinya meninjau langsung penerapan teknologi tersebut di beberapa sekolah di Jakarta pada Rabu (12/8/2026).

Dalam kunjungannya, Menkeu Purbaya memantau jalannya pembelajaran di dua kelas jenjang SMP dan SMA selama kurang lebih 30 menit. Observasi langsung ini bertujuan untuk memastikan efisiensi dan ketepatan alokasi anggaran negara yang telah dikucurkan untuk program tersebut.

“Saya tadi ingin melihat bagaimana pemakaian papan edukasi digital atau brite panel program Bapak Presiden Prabowo di sekolah-sekolah. Selama ini saya hanya mendengar. Saya ingin melihat sebetulnya seperti apa, sehingga kalau saya mengeluarkan anggaran tidak sayang-sayang amat,” ujar Menkeu Purbaya.

Hasil pengamatan Purbaya menunjukkan bahwa penyampaian materi yang visual dan interaktif terbukti membantu siswa dalam menyerap ilmu lebih cepat. Bahkan, materi pelajaran yang kompleks dapat dijelaskan oleh guru dengan cara yang lebih sederhana dan menarik.

“Ternyata saya saksikan tadi, saya ikuti kelasnya, duduk setengah jam di dua kelas. Itu amat efektif, membuat mata pelajaran yang sulit bisa diajarkan dengan relatif mudah ke murid-muridnya,” lanjutnya.

Melihat dampak positif tersebut, Menkeu mendorong agar jangkauan program ini dapat diperluas secara bertahap. Ia berpendapat bahwa target ideal di masa depan adalah pemenuhan satu unit papan edukasi digital untuk setiap ruang kelas, sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaat transformasi digital secara merata.

“Cuma kalau saya pikir, masih kurang. Idealnya ada satu kelas satu [perangkat], secara bertahap nanti ke depan. Jadi program ini amat baik dan patut dilanjutkan,” tegas Menkeu.

Kementerian Keuangan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kelanjutan program ini melalui penyediaan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana prioritas pemerintah ke depan.

Program pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan edukasi digital merupakan bagian dari inisiatif strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini bertujuan mempercepat digitalisasi di sektor pendidikan guna mengatasi ketimpangan kualitas sarana pembelajaran antarwilayah dan menjawab tantangan era industri 4.0 yang menuntut integrasi teknologi dalam kurikulum sekolah.

Sebelumnya, banyak sekolah di Indonesia masih mengandalkan papan tulis konvensional dan metode pengajaran satu arah, yang sering kali menyulitkan siswa memahami materi pembelajaran yang kompleks secara optimal. Melalui modernisasi sarana kelas berbasis teknologi interaktif ini, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem belajar yang lebih adaptif, memicu kreativitas peserta didik, dan menyejajarkan standar kualitas pendidikan nasional dengan perkembangan global.