DailyFX.ID — Realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) hingga 31 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp 912,4 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 33% secara tahunan dengan penyerapan mencapai 60,4% dari target.
Pemerintah memastikan bahwa penajaman anggaran belanja terus dilakukan agar realisasinya tepat guna dan tepat sasaran. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa penajaman belanja negara merupakan proses yang berkelanjutan sepanjang tahun, bukan hanya pada periode tertentu.
“Penajaman itu bukan berarti potong anggaran. Penajaman itulah memastikan bahwa alokasi yang ada digunakan, alokasi yang ada digunakan dan menghasilkan output sesuai dengan rencananya,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Minggu (20/9/2026).
Suahasil mengimbau Direktorat Jenderal Anggaran untuk memeriksa pelaksanaan belanja K/L sejak September 2026. Mengingat September adalah akhir triwulan III dan sebentar lagi memasuki triwulan IV, percepatan belanja menjadi krusial. Hal ini membutuhkan komunikasi yang intensif dengan seluruh K/L.
“Masih ada itu belanja KL yang kontraknya belum tuntas. Lihat lagi, tetapi bukan berarti kemudian langsung main potong. Bicara dengan K/L-nya, bangun komunikasi. Jadi kalau tadi saya bilang komunikasi adalah kredibilitas, bukan hanya komunikasi menteri dengan setiap sebulan sekali,” ungkap Suahasil.
Direktur Jenderal Anggaran Sudarto menambahkan bahwa penajaman belanja negara bertujuan agar setiap dana yang dikeluarkan pemerintah dapat menghasilkan output yang ditargetkan, terutama untuk program-program pembangunan.
“Terkait dengan penajaman, sebenarnya bukan efisiensi, jadi kita terus melakukan penajaman terhadap belanja negara sehingga semakin produktif dan mencapai target-target yang sudah ditetapkan,” tutur Sudarto.
Kementerian Keuangan akan memantau belanja K/L secara intensif pada triwulan IV-2026, yang secara musiman merupakan puncak realisasi belanja K/L. “Kami akan melihat kalau ada hal-hal yang perlu kami bantu di K/L sehingga capaian tidak hanya capaian dalam bentuk realisasi tetapi juga output bisa dicapai dengan lebih baik,” terang Sudarto.
Ikuti DailyFX.ID
