DailyFX.ID — Pemerintah berupaya mengoptimalkan aset dan ruang publik yang ada di masyarakat untuk memperluas akses pemberdayaan ekonomi. Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur, yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta koperasi.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, saat meluncurkan PBC di Kota Batu pada Rabu (26/8), menyatakan harapannya agar platform ini menjadi gerakan transformasi ekosistem usaha yang menopang pertumbuhan ekonomi lokal. “Kita yakin dengan ekosistem yang baik, program Perintis Berdaya Connect Batu ini menjadikan Kota Batu unggul dibanding kota-kota lainnya di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
PBC Batu merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Batu, Batu Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif Batu, dan Rumah BUMN Malang. Kolaborasi ini bersifat terbuka, memungkinkan mitra lain untuk bergabung sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah, guna memastikan dukungan bagi pelaku usaha terus berkembang.
Konsep PBC Batu merupakan replikasi dari model yang telah berhasil diterapkan di Bandung. Ke depannya, model ini diharapkan dapat dikembangkan secara lebih luas sebagai bagian dari program Perintis Berdaya untuk membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih terhubung dan mudah diakses.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menjelaskan bahwa PBC tidak bertujuan menambah fasilitas atau program baru. Fokus utamanya adalah menghubungkan dan mengoptimalkan layanan yang sudah tersedia agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. “Filosofi utama Perintis Berdaya Connect bukan menambah beban administratif dengan program baru. Sebaliknya, kami ingin merapikan labirin birokrasi, menyederhanakan akses, dan mengintegrasikan layanan pengembangan usaha masyarakat,” jelas Leontinus.
Pendekatan ini diwujudkan melalui penyediaan berbagai layanan yang langsung menjawab kebutuhan pelaku usaha. Dalam acara peluncuran PBC Batu, misalnya, diselenggarakan lokakarya mengenai skema perpajakan final bagi UMKM dan koperasi, serta inventarisasi hambatan perizinan usaha terkait BPOM dan PIRT.
Selain itu, PBC Batu juga berfungsi sebagai ruang temu antara pelaku usaha dan pasar. Melalui bazar dan festival kuliner, sekitar 16 booth UMKM binaan Kota Batu dan 4 booth UMKM binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) turut serta untuk memperkenalkan produk mereka dan membuka peluang jejaring dengan calon mitra bisnis.
Dukungan terhadap masyarakat juga diperluas dengan adanya layanan Cek Kesehatan Gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Batu. Booth BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan juga hadir untuk memberikan informasi dan akses layanan jaminan sosial kesehatan serta ketenagakerjaan.
Dengan demikian, PBC tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pelaku usaha, tetapi juga menjadi titik temu berbagai layanan dan sumber daya yang dapat mendukung masyarakat dalam memulai, mengembangkan, dan memperkuat usaha mereka. Pemerintah melalui PBC berupaya memastikan bahwa berbagai program, layanan, dan potensi yang ada dapat saling terhubung, lebih mudah dijangkau masyarakat, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi penguatan ekonomi rakyat.
PBC Batu merupakan salah satu langkah strategis Perintis Berdaya untuk mendekatkan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pemanfaatan ruang publik yang tersedia, pemerintah mendorong lahirnya kolaborasi baru, memperluas akses usaha, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang.
Ikuti DailyFX.ID
