DailyFX.ID — Tim SAR gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Langkah ini diambil untuk meningkatkan peluang penemuan kedelapan orang tersebut.
Kepala Operasi Basarnas Banten, Rizki Dwianto, menyatakan bahwa total area pencarian kini mencapai sekitar 6.649 nautical mile persegi. Luasan ini terbagi menjadi area pencarian laut seluas 4.586 nautical mile dan pencarian udara seluas 2.063 nautical mile.
Dalam operasi pencarian hari ini, sebanyak 18 kapal dikerahkan untuk menyisir seluruh sektor yang telah ditentukan. Operasi ini juga diperkuat dengan satu unit helikopter untuk melakukan pemantauan dari udara. Helikopter yang digunakan adalah Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604.
“Total area pencarian kini mencapai sekitar 6.649 nautical mile persegi, yang meliputi laut dan udara. Selain itu sebanyak 18 kapal dan 1 helikopter kita terjunkan untuk melakukan pencarian,” ujar Rizki dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Sejumlah unsur kapal yang terlibat dalam operasi pencarian ini di antaranya KRI Kerambit 627, KRI Leuser 924, KRI Lepu, KN SAR Basudewa, KN SAR Tetuta, KN SAR Antasena, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KSL Anyer, KAL Pahawang, TB Gunung Santri, RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, serta RIB Lampung.
Penyisiran dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan arus, angin, gelombang, serta sejumlah temuan selama operasi SAR berlangsung. Rizki menambahkan bahwa faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola penyisiran dan memastikan keselamatan personel.
Pada Senin hari ini, kondisi cuaca di kawasan Selat Sunda diperkirakan berawan. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 5 hingga 20 knot menuju arah tenggara, sementara tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 2,5 meter menuju timur laut.
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan erupsi kembali. Badan Geologi mencatat status tersebut masih berlaku, dengan masyarakat diminta menjauhi radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api. Aktivitas gunung ini juga terus dipantau untuk memastikan keselamatan seluruh personel yang melakukan penyisiran.
Hingga Senin, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 masih belum diketahui. Kedelapan orang tersebut sebelumnya berangkat menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Setelah kehilangan kontak, operasi pencarian terus diperluas ke sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.
Ikuti DailyFX.ID
