— JAKARTA – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan investasi besar guna memperkuat kapabilitas mitigasi bencana di seluruh negeri. Rencana ini mencakup penambahan armada helikopter dan pemesanan pesawat berkapasitas besar untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dari udara.

Dalam program “Presiden Menjawab” yang dirilis oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Prabowo menekankan pentingnya penguatan lembaga-lembaga yang bertugas menangani bencana. “Saya bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi kita. Badan-badan yang menghadapi bencana harus kita perkuat,” ujarnya.

Pemerintah secara berkelanjutan menambah armada helikopter untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, investasi juga dialokasikan untuk pengadaan peralatan pendukung agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat dan sigap.

Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan ratusan helikopter untuk mendukung berbagai operasi penanganan bencana. “Saya sudah pesan beberapa pesawat besar untuk water bombing,” sebutnya, menggarisbawahi keseriusan dalam upaya pemadaman dari udara.

Presiden juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk senantiasa menjaga pengelolaan sumber daya negara dan mencegah praktik korupsi. Menurutnya, korupsi dapat secara signifikan melemahkan kemampuan institusi dalam menghadapi situasi krisis. “Kalau kita tidak bisa menjaga resources-resources kita, kita nanti akan mengalami kelemahan dalam menghadapi situasi yang kita perlukan,” tegasnya.

Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia terletak di kawasan Cincin Api (Ring of Fire), yang secara inheren memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana geologi. Di sisi lain, kekayaan sumber daya alam Indonesia, termasuk beragam mineral, dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan nasional.

“Jadi, inilah yang mungkin Yang Mahakuasa kasih cobaan, tapi Dia juga kasih kelebihan. Nah, tinggal bagaimana kita me-manage negara kita. Karena itu, kita harus memiliki negara, memiliki institusi yang efisien,” katanya. Efisiensi anggaran menjadi salah satu kunci utama pemerintah untuk memastikan sumber daya negara dapat dialihkan ke program-program yang lebih produktif.

Sebagai contoh, Prabowo menyebutkan penghapusan sejumlah anggaran kegiatan di kementerian yang dinilai tidak menjadi prioritas. “Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian itu ada anggaran untuk hari ulang tahun. Dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun,” tuturnya.

Prabowo mengklaim bahwa pada tahun pertama pemerintahannya, penghematan anggaran berhasil mencapai lebih dari Rp300 triliun. Dana hasil efisiensi ini kemudian dialihkan untuk mendukung berbagai program produktif pemerintah.