— JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yaitu PT Bangun Indonesia Tbk (BIPI), PT Indo Riset Sekuritas Tbk (IRSX), dan PT Garda Sejahtera Tbk (GDST), untuk diperdagangkan pada Selasa, 22 September 2026.

Untuk saham BIPI, BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa harganya berhasil kembali di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di level 146 setelah sempat mengalami pelemahan dari level support 131-138. Namun, harga BIPI masih tertahan di level 147. Jika mampu menembus rentang 147-150 dengan volume perdagangan yang signifikan, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju 158 terbuka lebar. Selama level support 138 tetap terjaga, pola bullish masih dapat dipertahankan.

Secara finansial, BIPI membukukan laba bersih sebesar Rp 76,4 miliar pada kuartal II-2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (2025), di mana perusahaan masih mengalami kerugian sebesar Rp 160,7 miliar.

Selanjutnya, saham IRSX menunjukkan pergerakan breakout pada level harga 430 dengan peningkatan volume perdagangan. Saham ini juga kembali berada di atas MA20 di level 401 dan rata-rata pergerakan 200 hari (MA200) di level 414, yang mengindikasikan penguatan tren. Selama harga bertahan di atas 430, peluang kenaikan menuju 459-477 masih terbuka. Level support terdekat berada di kisaran 414-430.

Folago (IRSX) melaporkan laba bersih sebesar Rp 7,71 miliar pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini meroket 587,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi sebesar Rp 1,58 miliar.

Untuk saham GDST, analis mencatat adanya pola breakout dari fase konsolidasi di rentang 110-125. Saham ini juga kembali bergerak di atas MA20 di level 115, disertai lonjakan volume perdagangan dan indikasi bullish pada indikator MACD. Konfirmasi lebih lanjut akan terjadi jika GDST mampu bertahan di atas level 140, dengan target harga selanjutnya di rentang 149-153. Level support terdekat untuk GDST berada di antara 125-130.

Pendapatan GDST tercatat sebesar Rp 58,6 miliar, melonjak drastis dibandingkan dengan Rp 3,93 miliar pada kuartal II-2025, menunjukkan pertumbuhan tahunan (yoy) lebih dari 1.390%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan dan ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,7 pada Senin (21/9/2026). Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat mencoba menguat ke 6.451,3 namun kembali tertekan mendekati level terendah harian.

Sektor energi dan utilitas menjadi kontributor utama pelemahan IHSG, masing-masing terkoreksi 2,2% dan 1,9%. Beberapa saham pemberat utama meliputi BYAN, BMRI, TLKM, BBRI, dan BREN.

Sentimen risk-off global masih dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak yang berkisar di sekitar US$ 100 per barel dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat 10 tahun (UST 10Y) yang bertahan dekat 5%, menyusul pernyataan hawkish dari The Fed.

Fokus pasar pada pekan ini akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 22–23 September. Perhatian utama adalah bagaimana Bank Indonesia merespons tekanan terhadap Rupiah dan kenaikan imbal hasil global. Pasar memperkirakan suku bunga acuan BI Rate akan tetap ditahan di level 5,75%, dengan fokus pada optimalisasi intervensi valuta asing.

Selain itu, investor juga akan memantau pergerakan harga minyak dunia, perkembangan konflik di Timur Tengah, kebijakan ekonomi China, serta pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan global dan harga komoditas.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyatakan IHSG telah menembus pola rising wedge dan kembali berada di bawah MA20 di level 6.410. Indikator MACD juga menunjukkan adanya bearish crossover dengan histogram negatif yang semakin melebar.

“IHSG berpotensi menguji level support 6.200–6.180, sehingga investor perlu menunggu momentum dan reaksi harga di area tersebut sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya pada Selasa (22/9/2026).

Perdagangan di bursa Wall Street pada hari sebelumnya ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,71% ke 52.048,8. Indeks S&P 500 menguat 1,49% menjadi 7.764,7, dan Nasdaq Composite melonjak 2,26% ke level 27.122.