DailyFX.ID — Militer Ukraina dilaporkan telah memperluas sasaran serangan pesawat nirawak atau drone mereka ke sektor industri e-commerce raksasa di Rusia. Setelah sebelumnya menyasar Wildberries, kini giliran Ozon, perusahaan ritel daring terbesar kedua di Rusia, yang menjadi target utama dalam upaya menekan perekonomian perang Presiden Rusia Vladimir Putin.
Serangan yang dilancarkan secara sistematis terhadap infrastruktur logistik ritel daring ini bertujuan untuk memutus rantai pasokan komersial sekaligus meningkatkan beban finansial bagi sektor perbankan dan dunia usaha di Rusia. Laporan dari CNBC internasional pada Selasa (25/8/2026) menguraikan dampak serangan tersebut.
Akibat serangan tersebut, saham Ozon di Bursa Efek Moskow dilaporkan merosot tajam hingga hampir 30%. Hal ini terjadi setelah perusahaan melaporkan serangkaian serangan drone di wilayah selatan Rusia pada Senin (24/8/2026) waktu setempat. Dalam tiga hari terakhir, setidaknya enam fasilitas logistik telah menjadi sasaran gempuran.
Beberapa serangan dilaporkan melanda pusat logistik di Makhachkala, Dagestan, dan Enem, sebuah kota di pinggiran Krasnodar. Selain itu, operasional pusat logistik Ozon di wilayah Samara terpaksa dihentikan pada akhir pekan lalu setelah dihantam drone yang memicu kebakaran gudang. Insiden ini bahkan memicu evakuasi darurat lebih dari 500 karyawan.
Lembaga riset yang berbasis di Washington, Institute for the Study of War, mengonfirmasi adanya intensifikasi serangan pasukan Ukraina terhadap gudang-gudang Ozon sejak pekan lalu. Serangan ini menandai pergeseran fokus dari target sebelumnya, yaitu pusat logistik Wildberries.
Kementerian Pertahanan Ukraina melalui media sosial resminya menyatakan, “Serangan sistematis terhadap pusat penyimpanan barang berteknologi ganda (dual-use goods) berhasil mengganggu logistik musuh dan berdampak negatif terhadap perekonomian Rusia secara keseluruhan.” Pihak kementerian menambahkan bahwa setelah berhasil menghantam 15 pusat logistik terbesar milik Wildberries, kini giliran Ozon yang menjadi sasaran berikutnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa gudang-gudang ritel raksasa tersebut dijadikan target sah karena difungsikan untuk memasok komponen drone, peralatan navigasi, serta perlengkapan militer bagi pasukan Rusia. Menanggapi hal tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menilai serangan Ukraina terhadap target ekonomi nasional sebagai tindakan yang membuka “kotak Pandora”. Putin berjanji akan membalas dengan menyerang sektor-sektor ekonomi Ukraina yang paling sensitif.
Ozon, yang didirikan pada tahun 1998, telah berkembang menjadi salah satu pilar utama industri e-commerce Rusia. Menurut data Pusat Keamanan dan Kerja Sama Ukraina yang mengutip Kamar Dagang dan Industri Rusia, gabungan pendapatan tiga pemimpin pasar yaitu Wildberries, Ozon, dan Yandex Market mencapai sekitar US$ 140,3 miliar pada akhir tahun lalu. Angka ini menyumbang lebih dari 5% dari Total Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia.
Meskipun perekonomian Rusia dinilai cukup tahan banting selama empat setengah tahun masa perang, sejumlah analis menilai retakan dalam ekonomi perang Kremlin kini semakin sulit disembunyikan akibat tingginya belanja militer, kenaikan pajak, dan pinjaman bank bersubsidi. Konflik militer antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari empat setengah tahun kini bergeser ke strategi perang asimetris, dengan fokus melumpuhkan ketahanan ekonomi lawan.
Sektor e-commerce dan logistik menjadi target strategis baru karena platform digital raksasa di Rusia tidak hanya menggerakkan roda ekonomi domestik, tetapi juga sering kali dimanfaatkan untuk distribusi logistik barang berteknologi ganda (dual-use goods) yang mendukung kebutuhan operasional militer. Strategi perusakan infrastruktur logistik ini dirancang Ukraina untuk menguras cadangan devisa, memicu inflasi, serta memperlemah fondasi ekonomi perang Kremlin.
Ikuti DailyFX.ID
