DailyFX.ID — World Gold Council (WGC) memberikan pandangannya terkait tren pemindahan cadangan emas oleh bank sentral, menyusul langkah De Nederlandsche Bank (DNB) Belanda yang memindahkan sebagian cadangan emasnya.
Pada 3 September 2026, DNB mengumumkan telah memindahkan 86 ton dari total 313 ton cadangan emasnya dari Amerika Serikat dan Kanada ke London. Menurut DNB, pemindahan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan menghadapi krisis serta meningkatkan likuiditas dan kemampuan perdagangan cadangan emasnya. DNB menjelaskan bahwa emas yang disimpan di New York dan Ottawa tidak dapat dimanfaatkan secara cepat dalam situasi krisis. Sebelumnya, Belanda juga pernah memindahkan 122,5 ton cadangan emasnya dari New York ke Amsterdam pada tahun 2014.
Menanggapi fenomena ini, WGC menyatakan bahwa perpindahan penyimpanan emas oleh bank sentral merupakan tren yang sudah terjadi sebelumnya dan bukan hal baru.
“Repatriasi emas bukanlah hal baru,” ungkap analis senior EMEA di WGC, Krishan Gopaul. Gopaul memaparkan bahwa pada tahun 2000, Jerman memindahkan sekitar 930 ton emas dari London ke Frankfurt. Bank sentral Jerman, Bundesbank, kemudian mengonfirmasi emas tersebut telah diperiksa dan sebagian batangan dicetak ulang agar memenuhi standar. Bundesbank melanjutkan pemindahan 674 ton emasnya dari New York dan Paris ke Frankfurt antara tahun 2013-2017.
Tren pemindahan emas ini juga berlanjut di tengah kekhawatiran krisis keuangan. Venezuela menarik kembali 160 ton emas dari institusi asing pada 2011–2012. Bank sentral Turki juga memindahkan sebagian emasnya ke luar negeri, sementara Hungaria dan Polandia memindahkan cadangan fisik mereka ke brankas domestik. Austria memindahkan 90 ton dari London antara tahun 2015 dan 2018.
“Sejak saat itu, semakin banyak negara yang meninjau atau mengubah pengaturan penyimpanan emas mereka,” beber Gopaul.
Sebelum Belanda, Prancis juga mengubah lokasi cadangan emasnya pada 2025–2026 dengan menjual 129 ton emas yang disimpan di New York dan mengakuisisi jumlah emas pengganti yang setara di Eropa. Banque de France tidak menyebut operasi tersebut sebagai pemindahan fisik.
“Gelombang pertama mencerminkan penilaian ulang awal terhadap pengaturan lokasi cadangan. Pemindahan sekitar 930 ton emas oleh Jerman dari London ke Frankfurt pada tahun 2000 menunjukkan bahwa distribusi geografis cadangan emas resmi sudah mulai dipertimbangkan kembali jauh sebelum repatriasi menjadi isu geopolitik yang menonjol,” papar Gopaul.
Penyebab Bank Sentral Pindahkan Cadangan Emas
Pada gelombang kedua, antara tahun 2011 hingga 2019, WGC menyebut pemindahan lokasi penyimpanan emas bank sentral terjadi di tengah isu mengenai kendali nasional dan kepercayaan publik. Venezuela mengaitkan keputusannya dengan upaya memperkuat kendali nasional.
Austria menyimpan separuh cadangan emasnya di dalam negeri, namun tetap mempertahankan sebagian besar cadangannya di London dan Swiss demi menjaga akses ke pasar internasional. Sementara Polandia mengombinasikan repatriasi domestik dengan peningkatan besar-besaran cadangan emasnya.
Selanjutnya, pada gelombang pemindahan ketiga di 2025-2026, WGC menjabarkan ketidakpastian geopolitik yang meningkat telah memusatkan perhatian pada aspek yurisdiksi, aksesibilitas saat krisis, dan eksposur terhadap infrastruktur keuangan luar negeri.
“Namun, operasi terkini yang dilakukan oleh Prancis dan DNB menunjukkan bahwa solusinya tidak semata-mata terletak pada penyimpanan di dalam negeri. Bank sentral kini semakin mengoptimalkan tiga pertimbangan utama: risiko penyimpanan, aksesibilitas fisik, dan likuiditas pasar,” kata Gopaul.
WGC: Perpindahan Emas Bukan Berarti untuk Menjual
WGC menyoroti bahwa pemindahan cadangan emas bank sentral di luar negeri mungkin terdengar seperti persiapan untuk aksi jual.
“Namun, likuiditas justru bernilai karena memberikan berbagai pilihan dalam situasi ekstrem. Emas yang berada di pusat perdagangan utama berpotensi untuk dimobilisasi secara lebih efisien; namun, peningkatan kemampuan tersebut dengan sendirinya tidak menunjukkan apakah bank sentral berencana untuk menggunakannya,” lanjut Gopaul.
WGC mengutip keterangan DNB yang secara tegas menyatakan tidak berencana untuk menggunakan emas yang mereka pindahkan. Melainkan, untuk memastikan bahwa cadangan emas lebih mudah tersedia jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Oleh karena itu, pemindahan yang dilakukan baru-baru ini tidak boleh ditafsirkan semata-mata sebagai bukti bahwa bank sentral sedang bersiap untuk menjual emas. Sebaliknya, contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana lokasi penyimpanan emas telah menjadi bagian penting dari pengelolaan cadangan secara aktif. Penyesuaian di masa mendatang mungkin juga melibatkan cakupan pusat (hub) yang lebih luas,” pungkas Gopaul.
Ikuti DailyFX.ID
